“Kegiatan yang telah dicanangkan secara nasional sejak tahun 2019 ini diharapkan dapat menjadi momentum dan semangat baru untuk berbagi kasih sayang dan kebaikan serta menanamkan nilai-nilai luhur di dalam diri generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Rohina menyampaikan bahwa kegiatan sarapan bergizi keluarga melalui gerakan kembali ke meja makan sebagai bentuk mempererat hubungan emosional yang lebih kuat antara orang tua dan anak, serta dengan memperhatikan makanan yang diolah atau disajikan merupakan makan yang bergizi sehingga dapat mendukung penurunan stunting.
BACA JUGA:Â Ada Anggota Terlibat Judi Online, Komandan Lanud Raden Sadjad Akan Tindak Tegas Sesuai Perintah Pimpinan
Ia menyatakan kondisi yang terjadi saat ini di tengah rutinitas manusia modern membuat anggota keluarga sulit dipertemukan, terlebih lagi era disrupsi di mana media digital menjadi fokus utama bagi anggota keluarga dalam memanfaatkan waktunya sehari-hari.
“Waktu berkumpul bersama keluarga menjadi terbatas, padahal komunikasi fisik juga hal penting dalam menentukan keharmonisan rumah tangga,” ujarnya.
Sementara, Staf Ahli Pemerintah Kota Tanjungpinang Muhammad Yatim mengatakan gerakan kembali ke meja makan merupakan budaya muatan lokal yang sangat bernilai untuk menjaga kesehatan keluarga dan mewujudkan keluarga harmonis yang sejahtera lahir dan batin
“Gerakan yang luar biasa, pentingnya komunikasi dalam keluarga mempererat hubungan emosional yang berdampak pada kesehatan keluarga di mansa mendatang,” katanya.
Ia sangat terkesan dengan program tersebut, sehingga harus dilestarikan terutama bagi masyarakat Melayu di Kepri pada umumnya.(*/man)



