Gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan menciptakan abrasi mikro di dalam arteri. Goresan kecil ini lama-lama dapat “menangkap” partikel seperti kolesterol yang dapat tersangkut dan menumpuk.
Proses penumpukan plak ini, juga dikenal sebagai aterosklerosis, merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
6. Lemak di hati
Gula dalam jumlah yang banyak akan dicerna dan disimpan sebagai lemak tubuh. Kelebihan lemak tubuh dikaitkan dengan peningkatan timbunan lemak di hati yang juga dikenal sebagai fatty liver non-alkohol (NAFLD).
Selain dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, NAFLD dapat menempatkan Anda pada risiko lebih besar terkena diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
7. Perubahan hormon
Sejumlah kondisi kesehatan terkait hormon seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) dapat dipengaruhi oleh pola makan dan pilihan gaya hidup. Secara khusus, nampaknya ada hubungan yang kuat antara resistensi insulin dan manajemen gejala PCOS.
Ahli diet PCOS, Bess Berger berbagai pengalaman saat menangani wanita yang menderita masalah gula darah, dan bagaimana kelebihan gula memengaruhi hormon.
“Mengurangi asupan gula dapat sangat meningkatkan keseimbangan hormon dalam tubuh kita,” jelasnya.
8. Meningkatkan risiko kanker
Sebuah studi pada 2020 di National Library of Medicine menunjukkan bahwa tambahan gula dalam makanan penutup, produk susu, dan minuman dapat berkontribusi terhadap risiko kanker, terutama kanker payudara.
Lalu berapa batas konsumsi gula per hari yang ideal?
Batas konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemkes) per orang per hari yaitu 50 gram(4 sendok makan) gula.
Sedangkan untuk garam batasnya adalah 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gram (5 sendok makan minyak).
Itulah batas konsumsi gula per hari yang disarankan.



