“Antusias warga luar biasa. Dalam satu jam, dua ton beras medium habis terjual,” ucap Arief.
Selain itu, Bulog Tanjungpinang juga menjual komoditas minyak goreng sebanyak 200 liter, seharga Rp16 ribu per kilogram.
Kemudian, gula pasir sebanyak 150 kilogram, harga per kilogram Rp15.500. Lalu, ada daging sapi beku sebanyak 30 ton, harga per kilogram Rp80 ribu.
“Selain membantu warga, operasi pasar juga dalam rangka menstabilkan harga pangan di pasaran,” kata Arief.
BACA JUGA:Â BP Batam Perbaiki Jalan Yang Amblas di Jalur Bukit Bismillah Trans Barelang
Seorang warga Tanjungpinang Riki mengaku sangat senang dengan adanya pasar murah ini dan berterima kasih kepada Pemprov Kepri, karena pasar murah sangat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah.
Apalagi jelang Ramadan, kebutuhan bahan pokok semakin meningkat, sementara di pasaran harga sejumlah komoditas saat ini mengalami kenaikan.
“Harga beras dan cabai di sini lebih murah dibanding dipasar. Saya melihat ini sangat membantu sekali karena itu saya belanja tadi dan kawan-kawan yang lain juga belanja banyak,” kata Riki.
Pasar murah ini digelar untuk menekan agar tidak terjadi gejolak dan menekan inflasi. Kini gerakan pangan murah atau pasar murah digelar disejumlah daerah yang ada di kepri, baik Tanjungpinang, dan juga Batam.
Operasi pasar murah akan rutin digelar sebagaimana arahan Presiden Jokowi terkait stabilisasi harga bahan pangan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2024. (*/man)



