Bali International Choir Festival merupakan suatu rangkaian kompetisi solo vokal dan paduan suara yang terdiri dari berbagai kategori. Pada 12th Bali International Choir Festival ini, tim Aksa Swara Indonesia mengikuti kompetisi paduan suara pada kategori Mixed Youth Choir dan kategori Musica Sacra.
“Pada kompetisi tersebut kami mengikuti dua kategori, yaitu Mixed Youth Choir dan Musica Sacra. Kami membawakan total enam buah lagu, dengan tiga buah lagu di setiap kategorinya. Dua dari enam lagu tersebut merupakan lagu ciptaan conductor kami sendiri, mas Bagus S. Utomo. Lagu tersebut adalah Malin dan Stabat Mater.” tambah Marco.
Pada 12th Bali International Choir Festival, tim Aksa Swara Indonesia mendapat kesempatan untuk langsung berlaga dalam babak championship karena sebelumnya, tim Aksa Swara Indonesia telah meraih poin di atas 85 dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada kompetisi ini juga, tim Aksa Swara Indonesia menghadapi dan berhasil mengungguli dari total 79 paduan suara ternama dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Sri Lanka, Thailand, Filipina, Korea Selatan, dan negara-negara lainnya.
Setelah menjuarai kompetisi 12th Bali International Choir Festival, tim Aksa Swara Indonesia akan diundang untuk berlaga pada The 3rd Asia Choral Grand Prix yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2024. Pada kompetisi ini, tim Aksa Swara Indonesia akan berhadapan dengan Grand Champion (juara umum) dari kompetisi paduan suara Singapore International Choir Festival, Malaysia Choral Eisteddfod, dan Andrea O. Veneracion International Choral Festival.
Marco juga berpesan kepada mahasiswa lainnya agar tidak takut dalam mencoba hal baru dan jangan mengecilkan diri sendiri, serta terus berusaha dan bekerja keras karena hal itu tidak akan mengkhianati hasil. “Teman-teman harus berani untuk mencoba hal yang positif, baik akademik maupun nonakademik. Melalui kompetisi-kompetisi seperti ini, softskill diri sangat terlatih, mulai dari konsistensi, persistensi, hingga daya juang yang tinggi. Kalah atau menang merupakan hal yang biasa, yang terpenting ialah menambah pengalaman serta menciptakan diri yang mau bersaing.” kata Marco.
Tim Aksa Swara Indonesia memohon doa dan dukungan dari segala pihak agar rangkaian kompetisi berikutnya dapat berjalan dengan baik. Harapannya, tim Aksa Swara Indonesia dapat semakin mengharumkan nama Universitas Diponegoro dan Indonesia. (Red)



