Pada masa-masa saat ini kita menyongsong akhir 2023 dan awal 2024 sampai akhir, agar menjaga keamanan di daerah kita ini berjalan kondusif.
“Tidak ada orang yang sempurna, oleh karena itu ditengah-tengah kekurangan kami, kami mohon bantuan dan dukungan dari Lembaga Adat Melayu. Seiring dengan kehadiran kami di sini diharapkan dapat menambah kedamaian di tengah-tengah masyarakat Melayu di Propinsi Kepri,” tutur Kapolda Kepri Irjen Pol. Tabana Bangun.
BACA JUGA: Pertamina Perluas Uji Coba Transaksi BBM Bersubsidi dengan QR Code Mulai Diterapkan di Kepri
Selanjutnya, Ketua LAM Provinsi Kepri Dato Sri Setia Amanah H. Abdul Razak mengatakan bahwa keberadaan Lembaga Adat Melayu yang telah berdiri sejak tahun 2006, diharapkan dapat menampung aspirasi dan budaya di Kepulauan Riau ini dengan bersemboyan “Dimana bumi di pijak di situ langit dijunjung”.
Disamping itu LAM juga selalu bekerja sama dengan Polri serta stakeholder terkait dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi sehingga dapat terselesaikan dengan baik.
“Organisasi ini merupakan payung dari berbagai Suku, jika ada permasalahan kita tetap selalu melakukan koordinasi dengan Polda Kepri dan Polres guna menyelesaikan permasalahan tersebut,” tutur Ketua LAM Provinsi Kepri Dato Sri Setia Amanah H.Abdul Razak. (*/man)



