Mereka mendapati banyak pemberitaan, bahwasanya, nelayan Natuna kerap bersengketa dengan nelayan kapal ikan asing di wilayah perairan Indonesia, terutama zona Laut China Selatan (LCS) yang kini berganti nama Laut Natuna Utara di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia .
Di sisi lain juga dipertanyakan, bagaimana sistem pertahanan dan pola pengamanan laut yang dilakukan lembaga pengamanan perairan seperti Bakamla (Badan Keamanan Laut).
BACA JUGA:Â Galangan Kapal di Batam Sulit Mendapat Welder karena Pekerja Lebih Memilih ke Luar Negeri Punya Kepastian
Pada kesempatannya, Wan Siswandi menyambut baik kedatangan dua konsulat Australia beserta tenaga pendamping dari Warga Negara Indonesia ini. Ia menguraikan lima pilar percepatan pembangunan yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, di antaranya sektor Pariwisata, Pertahanan keamanan, Industri Migas, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan.
Bupati menambahkan, saat ini pemerintah daerah tengah berbenah melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan di pulau-pulau tingkat kecamatan dan desa untuk mensejahterakan masyarakat yang ditinggal di Kabupaten Natuan.(*/man)



