“Alhamdulillah turnamen sudah selesai dan berjalan sukses,” kata pria yang disapa Handoyo.
Handoyo mengucapkan terima kasih kepada panitia, masyarakat dan Bupati Lingga yang sudah menutup turnamen Mepar Cup.
“Terima kasih kepada donatur, pihak keamanan dari Polsek, Satpol PP dan semua pihak yang ikut berpartisipasi,” tuturnya.
Dia pun berharap tidak hanya di bidang sepak bola, tetapi lewat turnamen ini pariwisata di Pulau Mepar ikut tumbuh.
Apalagi, Pulau Mepar sudah diberikan penghargaan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atas Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI tahun 2023.
BACA JUGA:Â Pembuangan Sampah Terus Meningkat di Batam, Wali Kota Ajak Semua Lapisan Jadi Pelopor Kebersihan
“Tahun lalu, kami masuk 300 besar ADWI bersaing dengan 3 ribu lebih desa di Indonesia, Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik lagi,” tambahnya.
Turnamen Sepak Bola di Pulau Mepar, Kabupaten bukan hanya membuat dampak positif bagi peningkatan kunjungan sektor wisata.
Tetapi, ekonomi masyarakat di desa juga ikut tumbuh, dengan banyaknya Usaha Mikro Kecil Menengah yang turut andil dalam event ini.
Banyak masyarakat yang membangun warung-warung, untuk mencari untung dalam perekonomian.
Tentu saja, dengan banyaknya pengunjung yang datang melihat turnamen, warung-warung warga pun ikut terbantu dengan penjualan dagangannya.
“Alhamdulillah, pelaku UMKM ikut terbantu dengan turnamen ini, ada 15 warung warga yang berjualan,” kaya Handoyo.
Tidak hanya penjual warung, tapi penambang pompong juga ikut untung dengan event ini.
Letak pulau Mepar yang bersebrangan dengan Ibukota Daik, membuat warga harus menggunakan pompong untuk sampai ke sana.
Banyaknya warga yang menyebrang, membuat penambang pompong ikut sibuk, khususnya pada final tadi.
Membludaknya penumpang, bahkan Pelabuhan Tanjung Buton banyak antrean, karena warga harus menunggu.
“Untuk sekali menyeberang Rp 5 ribu, jadi kalau pergi pulang Rp 10 ribu. Alhamdulillah, untuk final Minggu ramai orang datang, dikira-kira ada 4.000 orang yang nyeberang dari Daik,” kataDohom penambang pompong Desa Mepar, seraya menyebut ada 12 pompong mengantarkan warga menyeberangi Pulau Mepar. (*/van)



