“Tapi tidak bisa satu kawasan satu koperasi. Kemungkinan satu koperasi menaungi sejumlah kawasan,” ujar Ansar beberapa waktu lalu saat berada di Kota Batam.
Ia menilai, pihaknya akan membicarakan hal tersebut dengan para serikat pekerja dalam waktu dekat ini. Kemudian, Pemprov Kepri akan bertemu dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan para grosir agar penyediaan barang di koperasi tersebut lebih mudah dan terjangkau.
BACA JUGA:Â Central Group Melaunching Cluster Autumn Hills di Batam Dilengkapi Taman dan Berbagai Fasilitas
Ia menilai pembentukan koperasi itu dapat menjadi alternatif bagi para pekerja jika tuntutan kenaikan Upah Minimum Kerja (UMK) yang mereka minta tak dapat terealisasi.
“Jika dikelola dengan baik, ini potensinya akan besar. Karena pembelinya sudah pasti juga. Bisa membantu pekerja dan pemilik usaha,” tutur Ansar.
Beberapa waktu lalu, para buruh telah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan UMK sebesar 13 persen. Hal itu menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berdampak pada peningkatan angka inflasi di Batam dan Kepri. (*/man)



