Yuandi yang akrab disapa Aan memberhentikan kapalnya tepat di posisi latar jembatan Barelang, laut dan langit yang biru. Momen tersebut tidak luput dari perhatian wisatawan yang ada di atas kapal dan mengabadikannya.
“Ramainya ketika akhir pekan, penghasilan bisa sampai Rp 500 ribu setiap hari,” kata Aan sembari membantu wisatawan berfoto ria.Â
Selang beberapa menit, Aan melanjutkan perjalanan menjauh dari jembatan melihat pohon mangrove yang terdapat di pulau-pulau kecil di sekitaran jembatan. Tidak hanya itu, Aan juga mengajak pengunjung melintas tepat di bawah jembatan ikonik Kota Batam itu.Â
Posisi tersebut juga menjadi spot berfoto para pengunjung Jembatan Barelang. “Kalau hari biasa, bisa dapat Rp 200 ribu, itu pun tetap untung-untungan, kalau lagi sepi tidak ada sama sekali,” kata Aan.Â
Jalan-jalan menggunakan kapal pancung ini sudah dimulainya sebelum pandemi Covid-19. Saat pandemi, para penambang berhenti operasi karena tidak ada pengunjung. “Ini baru beberapa bulan yang lalu dimulai lagi,” kata Aan.
Salah seorang wisatawan yang baru saja turun dari kapal milik Aan, Yeni mengaku senang mencoba hal baru ketika berkunjung ke Jembatan Barelang. Biasanya dirinya hanya berkunjung dibagian atas jembatan sambil menikmati jagung bakar. “Pemandangan juga bagus rupanya di bawah ini,” ujarnya. (Red)



