“Sebagai pencegahannya hindari dululah perjalanan keluar negeri. Lantaran penularannya melalui kontak langsung,” kata Romel.
BACA JUGA:Â Gubernur Temui Pedagang Anjung Cahaya, Pembangunan Gedung LAM Tak Matikan Pedagang
Seperti diketahui, penyakit inveksi yang disebabkan oleh virus Monkeyfox dengan gejala karakteristik, ruam akut dengan derajat berat. Penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun dapat terjadi derajat berat atau kematian.
Kematian terjadi pada 11 persen dari seluruh kasus. Dan paling umum terjadi pada usia muda.
Meningkatkan kewaspadaan Monkeypox di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menggelar rapat bersama stakeholder yang terkait. Rapat ini dilangsungkan di Aula Lantai IV, Gedung Pemko Batam, Rabu (3/8/2022).
Dinkes mengundang KKP, BTKL, dan Perwakilan Rumah Sakit (RS) seluruh Kota Batam. Dalam rapat ini sebagai kesiapsiagaan Batam sebagai pintu masuk Singapura.
“Kalau ada kasus ciri-cirinya demamnya di atas suhu 38 derajat, ada ruam, kita tetap memantau. Kalau berat kita rujuk ke rumah sakit terdekat. Di Batam ada 20 rumah sakit,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari.
Tahapan selanjutnya, apabila kondisi pasien dinyatakan mirip gejala Monkeypox, RS akan melaporkan ke Dinkes Kota Batam. Kemudian pihaknya akan melanjutkan ke BTKL PP kota Batam.
“Rumah sakit dan Dinkes wajib kita laporkan ke Kementerian,” katanya.
Keluhannya seperti cacar. Yaitu, demam, ada ruam dikulit dan inkubasinya 2 hingga 4 minggu.
Melda menyebutkan ada satu orang yang kasusnya mirip di salah satu RS di Kota Batam. Tapi hari ini hasilnya negatif Monkeypox setelah dilakukan tes lima hari lalu.(*/man)



