HARAPANMEDIA.COM,BATAM – Pencegahan masuknya Monkeyfox (Cacar Monyet) ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau sebenarnya sudah dilakukan secara ketat di pintu masuk seluruh Pelabuhan Internasional. Walau demikian Batam yang merupakan pintu berdekatan dengan Singapura pengawasan yang ketat harus ditingkatkan.
Pengawasan yang ketat terhadap orang yang masuk dari luar negeri sudah dilakukan melalui suhu tubuh dan pengecekkan kulit.
“Selama ini sudah kita lakukan pengetatan di pintu masuk dengan pemeriksaan gejala, pemasangan alat deteksi di pintu masuk. Tak ada bedanya dengan penanganan Covid-19,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Survei Lan Evidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Batam, Romel Simanungkalit saat berada di Kantor Pemko Batam, Rabu (3/8/2022).
BACA JUGA: Harga Minyak Fluktuatif, Pertamina Naikkan Pertamax Turbo dan Dex Series, Minyak Subsidi Tidak Naik
Diakuinya apabila suhu tubuhnya di atas 38 derajat selsius dan ada ruam-ruam di wajah, leher atau di kulit orang pendatang maka akan diperiksa lebih lanjut.
“Kalau ada kasus kita rujuk ke Rumah sakit dan kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kota Batam,” katanya.
Tak ada alat khusus di Pelabuhan yang akan mendeteksi Monkeyfox ini. Pendeteksian awal yang dilakukan hanya suhu tubuh dan ruam-ruam.
“Dilihat dan diperiksa saja. Alat khususnya di laboratorium. Setelah ada tersangka, diambil spesimennya baru dibawa ke laboratorium,” katanya.
BACA JUGA:Â Dewi Kumalasari Kunjungi Korban Banjir di Bintan, Minta Pemkab Anggarkan untuk Tangani Banjir
Romel juga menegaskan tidak ada perlakuan khusus kepada wisman atau WNA yang datang dari Singapura. Tak ada pembatasan perjalanan karena kasus Monkeypox, berbeda dengan Covid-19.
“Keputusan itu tak boleh kita ambil,” ujarnya.
Ia menambahkan sejauh ini belum ditemukan kasus Monkeyfox di Batam. Apabila di Pelabuhan ada terdeteksi akan diberitahukan ke Dinkes Batam.



