Ansar menyebutkan, dalam upaya mensukseskan program ini, sudah cukup intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Pemko Tanjungpinang.
“Kita juga sudah menyurati Pemko, yang isi suratnya, meminta persetujuan untuk mengembangkan kawasan Gurindam Duabelas,” jelas Ansar.
Bahkan, tambah Gubernur, isi surat permohonan yang diajukan Pemprov Kepri kepada Pemko Tanjungpinang, seluruh isinya merupakan representasi dalam upaya mengakomodir apa-apa saja yang menjadi keinginan Pemerintah Kota.
BACA JUGA:Â Pemprov Kepri Sediakan Beasiswa Rp. 4,5 Miliar Bagi Mahasiswa Berprestasi
“Surat sudah kita layangkan sekitar sebulan lalu. Dan kita sangat menyayangkan sampai sekarang belum ada balasan. Tujuan surat itu sudah jelas. Kita akan merelokasi para pedagang yang ada di Anjung Cahaya ke satu tempat yang representatif melalui pembiayaan APBD-P 2022, dan di 2023 kita bangun akau yang menarik menghadap ke laut,” kata Ansar lagi.
Jika akau sudah terbangun melalui anggaran APBD 2023 nanti, dengan fasilitas yang lebih baik dan representatif, barulah para pedagang dipindahkan dari lokasi sementara ke lokasi yang permanen.
“Pengelolaannya akan kita serahkan ke Pemko nantinya dan incomenya juga akan menjadi milik Pemko Tanjungpinang,” terang Ansar.
Hal ini, Ansar mengulangi bahwa Pemprov Kepri sangat konsen dan konsisten dalam upaya mengembangkan perekonomian di wilayah Tanjungpinang.
“Tidak hanya berdampak disisi ekonomi, tapi ini juga bagian dari upaya kita mempercantik Tanjungpinang agar lebih dikenal, ikonik dan lebih representatif,” katanya. (*/man)



