HARAPANMEDIA.COM, JAKARTA – Shopee akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal di seluruh wilayah operasional. Kabar ini seiring dengan badai PHK yang tengah dihadapi startup.
Mengutip Tech in Asia, PHK tersebut akan berimbas kepada lini bisnis ShopeeFood dan ShopeePay. Sebagai informasi, perusahaan e-commerce yang berbasis di Singapura ini tercatat memiliki wilayah bisnis di Asia Tenggara, Spanyol, Taiwan, Brasil, Meksiko, Chili, dan Kolombia.
Adapun keputusan tersebut telah diumumkan kepada karyawan dalam pertemuan yang dipimpin oleh seorang eksekutif dari Sea Group, perusahaan induk Shopee. Akan tetapi, eksekutif tidak menjelaskan alasannya. Staf Shopee diberitahu akan mendapatkan pemberitahuan melalui email yang berisi nama-nama karyawan yang terkena dampak.
BACA JUGA : Apa Itu Fenomena Shrinkflation Yang Muncul Dimana-mana
Adapun hal ini terjadi hanya beberapa bulan setelah tersiar kabar keputusan Shopee untuk menutup operasinya di India, memberhentikan lebih dari 300 pekerja di negara itu.
Kabar Shopee bakal melakukan PHK massal dibenarkan CEO Shopee Chris Feng. Hal ini diketahui dari bocoran memo internal Chris Feng kepada para karyawannya.
Shopee akan memberhentikan beberapa pekerja di tim ShopeeFood dan ShopeePay di wilayah Asia Tenggara. Mereka juga akan melepaskan bagian dari timnya di Meksiko, Argentina dan Chili, serta tim lintas batas yang mendukung pasar di Spanyol, menurut bocoran memo internal yang sama.
Dalam memo yang diketahui dikirim Senin malam 13 Juni yang lalu, Chris Feng mengatakan pihaknya membuat beberapa penyesuaian untuk mengoptimalkan operasi perusahaan.


