Menurut Revandra, mulai meredanya inflasi tersebut memberikan indikasi The Fed untuk tidak lebih agresif dalam menaikkan nilai suku bunga seperti yang diekspektasikan pelaku pasar.
“Hal ini menghambat penguatan dolar AS sehingga rupiah mendapat ‘angin’ untuk menguat walaupun tipis,” ujat Revandra.
BACA:Â Bantu Pemda Tingkatkan Pembangunan, Korem Akan Bangun Tiga Markas Kodim di Kepri
Revandra memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak melemah ke kisaran Rp14.500 per dolar AS hingga Rp14.560 per dolar AS.
Pada Selasa (10/5) lalu, rupiah ditutup menguat tipis 1 poin ke posisi Rp14.554 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.555 per dolar AS. (Man)



