HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Kondisi kurs rupiah terhadap dolar yang masih terdepresiasi membuat PLN Batam meninjau ulang tarif listrik yang berlaku untuk konsumen yang ada di Batam.
PLN pun memastikan kebijakan pemerintah untuk penyesuaian tarif listrik (Tariff Adjustment) pada Triwulan III tahun 2024 tidak berlaku bagi pelanggan PLN Batam dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Adapun penyesuaian tarif diberlakukan untuk 11 golongan tarif yang sejak tahun 2017 belum pernah ada penyesuaian.
BACA JUGA:Â All New Honda BeAT Street Tampil Beda Coook untuk Generasi Muda
Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan listrik yang berkeadilan sehingga pelanggan kurang mampu tetap dapat terlindungi dan pelanggan mampu dapat membayar tarif listrik sesuai keekonomiannya.
Direktur Utama PLN Batam, M Irwansyah Putra menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Batam yang terus meningkat.
“Terhitung hingga akhir 2023 ini pertumbuhan ekonomi Kota Batam mencapai 7,04 persen, sehingga proyeksi peningkatan kebutuhan listrik tahun 2024 mencapai 10 – 15 persen,” kata Irwansyah.
BACA JUGA:Â Capella Luncurkan All New Honda BeAT dengan Desain dan Fitur Keamanan Baru Lebih Praktis
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan dipengaruhi oleh beberapa variabel yang terdiri dari kurs, harga energi primer, dan inflasi.
Pemerintah menerapkan tariff adjustment dengan tetap menjaga daya saing industri di Batam sehingga sebagian golongan tarif Batam masih di bawah Biaya Pokok Penyediaan tenaga listrik.
“Pemerintah dan PLN Batam mempertimbangkan tiga variabel dalam menerapkan tariff adjustment, yaitu kondisi kurs, harga energi primer, dan inflasi demi tetap mampu menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam,” terangnya.



