HARAPANMEDIA.COM, BINTAN – Semangat perjuangan menjadi DNA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak organisasi itu berdiri pada 19 Februari 1946.
Nilai sejarah tersebut kembali digaungkan Ketua PWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Saibansah Dardani, dalam pembukaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) II PWI Bintan di D’Mario Sunset Resto, Tanjung Uban, Kamis (15/10/2026).
Saibansah mengingatkan, PWI lahir di Surakarta ketika bangsa Indonesia masih berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Sejumlah wartawan kala itu berhimpun dalam satu organisasi untuk mengambil bagian dalam perjuangan bangsa melalui profesi jurnalistik.
“Delapan puluh tahun lalu, sejumlah wartawan di Surakarta mendirikan PWI sebagai organisasi yang turut berjuang bersama bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan,” ujar Saibansah.
Menurut dia, sejarah tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus hidup dalam diri setiap anggota PWI.
Semangat para pendiri menjadi pengingat bahwa profesi wartawan membawa tanggung jawab besar terhadap bangsa, masyarakat, dan kebenaran informasi.
Karena itu, Saibansah berharap Konferkab II PWI Bintan tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum memperkuat kembali jati diri wartawan sebagai pejuang kepentingan publik.
Ia menegaskan, wartawan harus menjaga profesionalisme, integritas, dan independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
BACA JUGA: Sempat Tertunda Perusahaan Ghim Li Indonesia Bayar Gaji Para Pekerja Bulan September



