HomeLIFESTYLEKomunitasBatam Tak Boleh Kehilangan Hutan, Serindit Philosophy Centre Terbitkan Buku Praktis Identifikasi...

Batam Tak Boleh Kehilangan Hutan, Serindit Philosophy Centre Terbitkan Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon

spot_img

HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Di tengah pesatnya pembangunan, pulau Batam Provinsi Kepulauan Riau masih menyimpan kekayaan hayati yang tak ternilai. Hutan dan pohon-pohon unik yang menjadi paru-paru sekaligus identitas alam Batam masih ada. Sayangnya, kekayaan itu belum banyak dikenali, apalagi dijaga bersama.

Prinsip Salus naturae salus populi “Keselamatan alam adalah keselamatan rakyat” menjadi napas utama dalam peluncuran Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam. Buku ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan bahwa Batam tidak boleh kehilangan hutannya di tengah gemuruh pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Polsek Bengkong Tangkap Pelaku Penganiayaan Berat, Korban Seorang Pengemudi Ojek Online di Kawasan Golden City

Batam Tumbuh, Hutannya Juga Harus Tumbuh. Salah satu penulis, Kusuma Wijaya, menegaskan pesan yang kuat saat peluncuran buku “Batam tumbuh dengan industrinya, pariwisatanya juga harus tumbuh dengan hutannya, dan alamnya.”

Kalimat itu menampar kesadaran kita bahwa pembangunan tidak boleh alpa pada akar ekologisnya. Industri boleh maju, wisata boleh ramai, tapi tanpa hutan yang sehat, semua itu rapuh.

Buku ini hadir sebagai jembatan. Disusun praktis agar mudah dipakai di lapangan, buku ini memuat 167 jenis pohon yang berhasil diidentifikasi dan dijelaskan secara rinci. Hal itu disampaikan penulis kedua, Alia Firdamayanti Tarmizi, alumnus ITB yang kini bersama Kusuma bernaung di bawah Serindit Philosophy Centre, Batam.

BACA JUGA: Batam Hadapi 1.300 Ton Sampah per Hari, Ranperda Perubahan Disiapkan

167 jenis bukan angka kecil. Itu bukti bahwa Batam masih kaya, dan kekayaan itu layak dicatat, dipelajari, lalu dilindungi.

Untuk Siapa Buku Ini? Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam ditulis bukan untuk rak pajangan. Ia ditujukan untuk tangan-tangan yang bekerja menjaga alam: Seperti Pemerhati hutan dan aktivis lingkungan hidup yang butuh data lapangan cepat dan akurat.

BACA JUGA  Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran di Harmoni One, Tak Ada Korban Jiwa Semua Tamu Hotel Dipindahkan ke Hotel Terdekat

BACA JUGA: Batam Hadapi 1.300 Ton Sampah per Hari, Ranperda Perubahan Disiapkan

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI