HARAPANMEDIA.COM, BATAM- Donald Trump, Calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 5 November. Hingga Rabu (6/11/2024) malam ini, Trump unggul di suara electoral vote dibandingkan rivalnya dari Partai Demokrat, Kamala Harris. Dengan demikian Trump akan menjadi Presiden AS ke- 47 dalam sejarah Amerika Serikat.
Hingga pukul 18.00 WIB, suara elektoral Trump sudah melebihi batas kemenangan 270. Di mana ia mendapat 277 suara dibanding Kamala yang hanya 224 suara.
Kemenangan Trump disebut akan memberikan dampak besar bagi ekonomi AS dan juga corak politik globalnya. Lalu apa saja program ekonominya?
Kebijakan ekonomi jika terpilih kembali di antara usulannya adalah tarif tinggi untuk impor, penghapusan pajak atas tip dan tunjangan Jaminan Sosial, dan pengurangan tarif pajak perusahaan.
Menurut The Time, Trump sedang mempertimbangkan tarif universal antara 10% dan 20% untuk semua impor, dengan tarif hingga 60% untuk barang-barang China. Ia berpendapat tarif ini akan melindungi lapangan kerja Amerika dan mengurangi ketergantungan negara pada impor asing.
Trump juga mengusulkan perpanjangan pemotongan pajak yang disahkan pada tahun 2017, serta pengurangan tarif pajak perusahaan dari 21% menjadi 15%. Hal ini ditegaskannya dalam wawancara dengan Fox News.
BACA JUGA:RI Jadi Negara Pengguna Tik Tok Terbesar Dunia Capai 157,6 Juta Pengguna



