“Kadang mereka itu bingung, mau foto di dekat WTB ada bangunannya. Foto agak jauh dekat DPRD itu kejauhan ketutup asap, jadi mau gamau apapun hasilnya ya begitu,” tambahnya.
Tulisan Welcome to Batam merupakan salah satu ikon kota yang kerap menjadi latar foto bagi warga maupun wisatawan.
BACA JUGA:Â Pemko Tetapkan Masterplan Titik Reklame Neon Box dan Videotron, Bilboard Konvensional Tak Diakomodir Lagi
Namun, kabut asap dari sejumlah wilayah di Indonesia membuat tampilan landmark tersebut tidak terlihat sejelas biasanya.
Di tengah kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau masyarakat untuk meminimalisir paparan kabut asap.
Langkah itu bisa dilakukan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
Masyarakat juga perlu menjaga asupan cairan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada saluran pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi paparan kabut asap dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
Masyarakat juga perlu menjaga asupan cairan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada saluran pernapasan. Data konsentrasi kualitas udara tersebut bersumber dari BMKG Hang Nadim Kota Batam. (*/man)



