HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Dari uang pribadi dan tenaga para tukang becak, seorang polisi merawat kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga harapan ekonomi Pulau Penawar Rindu.
Di Belakang Padang, pulau kecil di ujung Batam yang berhadapan langsung dengan Singapura, becak bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah bagian dari wajah kampung, denyut pariwisata, dan tumpuan hidup orang-orang yang masih setia mengayuh roda di tengah perubahan zaman.
Ketika kendaraan bermotor menawarkan perjalanan yang lebih cepat, para tukang becak harus berjuang agar profesi mereka tak perlahan kehilangan tempat. Di tengah kenyataan itu, Aipda Ropianto memilih untuk tidak sekadar menyaksikan. Ia berusaha merawat harapan, bukan hanya bagi para pengayuh becak, tetapi juga bagi pariwisata pulau yang dijuluki Penawar Rindu itu.
Sejak 2022, anggota Polri yang bertugas di SPKT Polresta Barelang ini mendirikan Persatuan Tukang Becak Belakang Padang. Dari 80 anggota yang terdaftar, sekitar 45 orang masih aktif.
BACA JUGA: BP Batam Perbaiki Jalan Gajah Mada Jalur Sei Ladi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Mulai 18 Oktober 2026
“Yang aktif hanya 45 tukang becak,” ujar Ropianto di sela kegiatan memperbaiki jalan bersama sejumlah tukang becak di Jalan Kampung Jawa, Kamis (15/10/2026).
Bagi Ropianto, persatuan adalah cara agar mereka tak harus mengayuh nasib sendirian. Sebab, di balik roda becak yang berputar, ada keluarga yang menunggu nafkah, anak-anak yang membutuhkan biaya sekolah, dan dapur yang mesti terus mengepulkan asap.
Ia melihat pariwisata sebagai salah satu jalan untuk mempertahankan kehidupan para tukang becak. Setiap akhir pekan, wisatawan domestik maupun mancanegara datang menikmati suasana kampung, semilir angin laut, dan kuliner khas Belakang Padang. Dengan becak, mereka dapat menikmati pulau secara perlahan—menyapa kehidupan yang mungkin tak ditemukan di tengah hiruk-pikuk kota.
Namun, perjalanan yang menyenangkan membutuhkan jalan yang nyaman.
Jalan berlubang bukan hanya menyulitkan kayuhan, tetapi juga dapat mengusik kenyamanan penumpang. Maka, Ropianto turun tangan. Dengan uang pribadi, ia membantu membiayai perbaikan jalan, sementara para tukang becak menyumbangkan tenaga.
BACA JUGA: Gangguan Listrik Batam Selesai Ditangani, BP Batam Kawal Pemulihan Layanan dan Aktivitas Dunia Usaha
Di Jalan Kampung Jawa, kepedulian tak berhenti sebagai kata-kata. Semen diaduk, lubang ditambal, dan harapan dikerjakan dengan tangan sendiri.



