Sebanyak 300 material berupa stump dan biji kemudian dibawa ke Batam dan langsung disemai pada 1 September 2026. Material saat ini berada di nursery Serindit Philosophy Centre untuk melalui tahap recovery sekurangkurangnya empat bulan sebelum dipersiapkan untuk penanaman.
Material hasil eksplorasi selanjutnya akan digunakan untuk pengembangan Demplot Permanen Area Produksi Benih (APB) R. blumutensis seluas 0,5 hektare di Petak Khusus Arboretum Hutan Lindung Sungai Harapan, Batam.
BACA JUGA:Â Amsakar dan Li Claudia Pastikan Pemulihan Air Muka Kuning Dikawal hingga Normal
Zona inti APB membutuhkan 139 tanaman dengan jarak tanam 6 × 6 meter, serta dilengkapi tanaman untuk penyulaman dan buffer di sekeliling zona inti untuk mendukung perlindungan dan integritas sumber benih.
Eksplorasi juga menghasilkan data mengenai karakter pohon, kondisi habitat, regenerasi alami, vegetasi sekitar, tanah, topografi, tutupan kanopi, dan karakter lingkungan lainnya.
Data tersebut akan digunakan untuk mendukung analisis synecology dan autecology R. blumutensis sekaligus membantu menentukan kesesuaian tapak bagi pengembangan APB di Batam.
Kegiatan ini menghubungkan pengelolaan kawasan Gunung Jantan dan Gunung Betina oleh KPHP Unit I Karimun dengan pengembangan konservasi ex situ di Hutan Lindung Sungai Harapan oleh KPHL Unit II Batam.
Kolaborasi bersama Serindit Philosophy Centre, Universitas Riau dan dukungan PT Cipta Persada Mulia menjadi bagian dari upaya pengamanan sumber daya genetik, pengembangan sumber benih, serta penguatan konservasi R. blumutensis di Kepulauan Riau. (rls/red)



