“Saya melihat anak-anak menorehkan prestasi dan banyak diterima di luar negeri termasuk universitas terkemuka di Singapura. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai pendidik,” paparnya.
Untuk diketahui kompetisi tahunan siswa SMA/MA ini fokus pada biologi sel, molekuler, genetika, anatomi hewan-tumbuhan, dan ekologi, mengacu pada standar IBO.
BACA JUGA: BP Batam Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih, Dorong Peningkatan Kualitas SDM Unggul
Seleksi materi uji menekankan pemahaman konsep mendalam dan analisis studi kasus. Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah, kabupaten/kota (daring), provinsi (daring), hingga final tingkat nasional (luring). Pendaftaran dilakukan oleh sekolah melalui portal Pusat Prestasi Nasional
Olimpiade Biologi Internasional ke-37 (IBO 2026) diadakan di Vilnius, Lithuania, yang menjadi ajang bergengsi bagi siswa berprestasi di bidang biologi.
Sementara itu, seleksi tingkat nasional (OSN Biologi 2026) diadakan berjenjang oleh Puspresnas. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), menggelar Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Capaian prestasi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta hebat yang siap bersaing di ajang lomba internasional. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras para siswa bersama dengan dukungan dari Pusat Prestasi Nasional, tim pembina, orang tua, dan guru,” katanya.
Menurutnya kunci agar bisa meraih prestasi internasional ini adalah konsisten dan terus mau berjuang. Ia juga berpesan kepada siswa untuk tidak menyerah mencapai apa yang diinginkan.
IBO adalah kompetisi biologi terbesar di dunia untuk siswa sekolah menengah diadakan setiap tahun di negara yang berbeda. Kompetisi ini selalu diadakan pada bulan Juli dan berlangsung selama satu minggu.
Untuk dapat berpartisipasi dalam IBO, siswa harus memenangkan kompetisi olimpiade biologi nasional terlebih dahulu dan terpilih mewakili negaranya. Olimpiade ini menguji keterampilan praktis, wawasan biologis, pendekatan analitis, dan kapasitas pemecahan masalah peserta. (*/man)



