HomeBatamBP Batam Inisiasi International Football Festival Bangun Fondasi Sepak Bola dari Perbatasan

BP Batam Inisiasi International Football Festival Bangun Fondasi Sepak Bola dari Perbatasan

spot_img

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

BACA JUGA  Anggota Polda Kepri Bripka Desjan Siallagan Torehkan Prestasi Sabet 5 Medali di Kejurnas Atletik Master Indonesia di Semarang

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI