HARAPANMEDIA.COM,BATAM -Dalam rekaM jejak sejarah, peran kepemimpinan perempuan tidak dapat dikesampingkan. Dunia internasional maupun nasional telah menyaksikan bagaimana tangan dingin perempuan-perempuan hebat menunjukkan kemampuan mereka memimpin di kancah politik global.
Bahkan tak jarang, para pemimpin perempuan tampil sebagai garda terdepan pelopor demokrasi yang membawa berbagai reformasi progresif di bidang hak asasi manusia, pemberdayaan perempuan, dan kebijakan sosial.

Referensi tentang kepemimpinan perempuan ini pun tak berhenti pada nama-nama lokal, termasuk di Kota Batam.
BACA JUGA:PLN Batam Salurkan 18 Sapi dan 50 Kambing pada Idul Adha 1447 H
Batam saat ini tidak lagi sekadar tumbuh sebagai kota industri dan investasi. Di tengah laju pembangunan, kota ini juga sedang membangun wajah baru birokrasi: lebih tegas, lebih tertib, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di balik perubahan itu, hadir dua sosok perempuan hebat yang kini menjadi perhatian publik. Keduanya adalah Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra dan Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.
Keduanya dikenal tegas dan tanpa kompromi. Bahkan, di kalangan internal pemerintahan maupun pelaku usaha, nama mereka kerap identik dengan keberanian mengambil keputusan dan ketelitian dalam mengawal aturan.
Namun di balik ketegasan itu, keduanya juga membawa pendekatan yang humanis: memastikan pelayanan publik berjalan lebih cepat, lebih pasti, dan berpihak kepada kepentingan publik.
BACA JUGA:BP Batam Kawal Investasi AI Data Center Sebesar Rp 88 Triliun untuk Transpormasi Digital
Bagi Batam, kehadiran Li Claudia dan Ariastuty bukan hanya sekadar simbol keterwakilan perempuan di ruang kepemimpinan. Keduanya juga mencatat sejarah baru.



