Li Claudia mengatakan, sebagai kawasan strategis dan pintu gerbang internasional, Kota Batam menghadapi tantangan besar terkait persoalan pekerja migran, korban TPPO, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.
BACA JUGA:Daging Sapi dan Kambing, Mana Yang Paling Tinggi Kolesterol?
Karena itu, ia menilai penanganan persoalan tersebut memerlukan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun lembaga sosial dan kemanusiaan.
“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi dan koordinasi antarlembaga semakin kuat sehingga bisa memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Kota Batam,” katanya.
BACA JUGA:PLN Batam Salurkan 18 Sapi dan 50 Kambing pada Idul Adha 1447 H
Ia juga berharap keberadaan balai latihan kerja tersebut mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus menjadi tempat yang membawa harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
“Selamat atas peresmian ini. Semoga tempat ini menjadi pusat pengabdian yang penuh berkat, melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, serta menjadi cahaya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan,” paparnya.(*/man)



