Thursday, May 21, 2026
HomeLIFESTYLEHealthJumlah Batasan Aman Makan Mi Instan Menurut Dokter

Jumlah Batasan Aman Makan Mi Instan Menurut Dokter

HARAPANMEDIA.COM,BATAM- Dokter asal Surabaya, dr. Sungadi Santoso atau dr. Sung, yang juga sering mengedukasi masyarakat soal makanan harian, mengungkap mi instan yang terdaftar di BPOM sudah melalui uji keamanan, termasuk pengawet natrium benzoat dan pewarna tartrazine yang sebenarnya masih aman bila dikonsumsi pada batas wajar. Namun, masalah utama justru muncul ketika seseorang makan mi instan setiap hari, bahkan beberapa kali sehari.

Dr. Sung menjelaskan, mi instan hanya tinggi karbohidrat dan lemak, tetapi minim protein, vitamin, mineral, dan fitonutrien. Jika dijadikan menu harian tanpa tambahan gizi lain, tubuh lama-kelamaan dapat mengalami defisiensi nutrisi, seperti kekurangan zat besi, kalsium, hingga vitamin penting.

“Kondisi ini dapat membuat seseorang mudah lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan rentan sakit,” kata dr. Sung dikutip dari edukasi sehat di akun YouTube SB30 Health.

Ia juga menyoroti kandungan garam yang sangat tinggi dalam bumbu mi instan. Jika dikonsumsi terus-menerus, asupan garam berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi dan gangguan lain.

“Awalnya tubuh bisa beradaptasi, tapi lama-kelamaan pengawet dan pewarna yang semestinya bisa dinetralisir jadi menumpuk. Berat badan naik, risiko obesitas meningkat, dan muncul penyakit degeneratif lainnya,” jelasnya.

Meski mi instan masih aman dikonsumsi sesekali, para ahli menyarankan masyarakat tidak menjadikannya menu harian. Untuk mengurangi risikonya, mi instan sebaiknya dikombinasikan dengan bahan makanan bernutrisi seperti telur, ayam, tahu, tempe, atau sayuran.

Penggunaan bumbu juga dapat dikurangi untuk membantu menekan asupan garam dan MSG berlebih. Selain itu, penting untuk tetap mengonsumsi makanan segar dan bergizi seimbang agar kebutuhan protein, vitamin, dan mineral harian tetap terpenuhi.

Seorang dokter ortopedi asal Mumbai, Dr Manan Vora mengingatkan, konsumsi mi instan yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Melalui video di Instagram, ia menegaskan, mengkonsumsi mi instan sesekali tidak masalah, tetapi menjadikannya makanan sehari-hari dapat merusak kesehatan dalam jangka panjang.

BACA JUGA  Diet Kahiyang Ayu Berhasil Turunkan BB Sampai 30 Kg

“Makan mi instan sekali-sekali tidak akan merusak kesehatan, tapi kalau mengandalkannya setiap hari, dampaknya akan terasa. Beralihlah ke makanan asli. Lindungi usus, energi, dan kesehatan jangka panjangmu,” ujar Dr Vora dikutip dari Hindustan Times, Senin (18/5/2026). “Mi instan bukan instant comfort, tapi instant damage,” imbuhnya.

Menurut Dr Vora, banyak orang sudah mengetahui mi instan termasuk makanan ultra-proses. Namun, ia menilai risikonya justru meningkat karena semakin banyak produk pedas ekstrem seperti Buldak ramen yang sedang digandrungi Gen Z.

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI