Amsakar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus memfokuskan APBD pada program perlindungan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga perlindungan sosial.
Di bidang pendidikan, Pemko Batam menjalankan program seragam sekolah gratis dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sementara di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Batam saat ini telah mencapai 98,2 persen.
BACA JUGA: Perda LAM Kota Batam Disahkan, Busana Adat Melayu Tampil Memukau di Sidang Paripurna
Pada sektor ekonomi dan UMKM, Pemko Batam memberikan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha kecil, dengan rencana peningkatan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal, seperti penambang pancung, penarik becak, dan pengemudi ojek online, serta insentif bagi lanjut usia.
“Investasi pada SDM memang hasilnya tidak instan. Mungkin baru terlihat 25 tahun mendatang. Namun, ini jauh lebih penting karena masa depan Batam bergantung pada daya saing manusianya,” katanya.
Amsakar turut mengapresiasi camat dan lurah di Kecamatan Batam Kota yang dinilai mampu mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat secara efektif dan efisien.
Adapun kegiatan pemberdayaan tersebut meliputi pelatihan daur ulang sampah rumah tangga di Kelurahan Baloi Permai dan Teluk Tering, pelatihan peningkatan kompetensi kader Posyandu di Kelurahan Belian, Sungai Panas, dan Taman Baloi, serta pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) dasar di Kelurahan Sukajadi.
Sejalan dengan program lingkungan, Bank Sampah Unit juga telah terbentuk di seluruh kelurahan se-Kecamatan Batam Kota dengan total 762 anggota. Hingga saat ini, gerakan pemilahan sampah berhasil mengumpulkan 12.129 kilogram sampah bernilai ekonomis dengan nilai mencapai Rp20,7 juta.
Salah seorang peserta dari Kelurahan Belian, Lita, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan tentang kesehatan anak di Posyandu, kami juga belajar mengelola ekonomi keluarga dengan lebih baik,” ujarnya. (*/man)



