Sebagian besar strain hantavirus lain di dunia umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia. Virus ini menyebar melalui urine, feses, atau air liur tikus yang mengering dan terhirup manusia.
Paparan biasanya terjadi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area tertutup yang pernah menjadi sarang tikus. Penularan juga bisa terjadi setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata. Gigitan tikus juga dapat menjadi jalur penularan meski lebih jarang.
Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, muntah, diare, hingga nyeri perut. Namun pada beberapa strain tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi paru serius seperti sesak napas, batuk, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah rendah, hingga gangguan fungsi jantung.
Kasus yang terkait dengan kapal MV Hondius telah dikonfirmasi di Swiss, sementara otoritas kesehatan di Afrika Selatan dan Swiss telah mengidentifikasi strain yang mampu menyebar antar manusia dalam kasus-kasus langka. (*)



