Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Cabang Kota Batam, Kasdianto, SPd mengucapkan selamat kepada siswa SMA Mondial Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, yang berhasil mengikuti OSN ke tingkat Internasional.
“Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Cabang Kota Batam, sangat mengapresiasi prestasi siswa SMA Mondial Kota Batam hingga ke tingkat Internasional, serta mengharumkan Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam secara Nasional dan Internasional. Kami dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Kota Batam mengucapkan selamat dan sukses kepada siswa dan SMA Mondial Kota Batam,” paparnya.
Kompetisi tahunan untuk siswa SMA/MA yang fokus pada biologi sel, molekuler, genetika, anatomi hewan-tumbuhan, dan ekologi, mengacu pada standar IBO. Seleksi materi uji menekankan pemahaman konsep mendalam dan analisis studi kasus.
Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah, kabupaten/kota (daring), provinsi (daring), hingga final tingkat nasional (luring). Pendaftaran dilakukan oleh sekolah melalui portal Pusat Prestasi Nasional
Olimpiade Biologi Internasional ke-37 (IBO 2026).
Lomba ini diadakan di Vilnius, Lithuania, pada 12-19 Juli 2026, yang menjadi ajang bergengsi bagi siswa berprestasi di bidang biologi. Sementara itu, seleksi tingkat nasional (OSN Biologi 2026) diadakan berjenjang oleh Puspresnas dengan final pada September 2026.
Berikut ringkasan informasi terkait IBO 2026 (Tingkat Dunia) berlangsung pada 12-19 Juli 2026 di Universitas Vilnius, Lithuania.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), menggelar Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) Tahun 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025).
Ajang tahunan yang diikuti 540 siswa terbaik dari 30 provinsi dan 1 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa OSN bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah pengembangan talenta sains unggul yang berperan penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
“Melalui OSN, kita tidak hanya mencari pemenang, tetapi menumbuhkan semangat riset, inovasi, dan kreativitas yang menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya saat itu.
OSN 2025 mempertemukan para pelajar terbaik dari SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat yang berkompetisi dalam sembilan cabang ajang, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Kebumian, Ekonomi, dan Geografi. Setiap cabang ajang diikuti oleh 60 peserta yang sebelumnya lolos melalui seleksi berjenjang mulai tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga semi final.
Menurut Menteri Mu’ti, proses panjang seleksi ini merupakan bagian dari pembentukan karakter unggul siswa Indonesia.
“Kita dorong peserta didik untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter tangguh, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat global,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya pengembangan talenta melalui OSN sejalan dengan arah pembangunan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. “Mereka yang hadir di OSN inilah calon peneliti, ilmuwan, dan inovator masa depan yang akan membawa bangsa menuju kemandirian dan kejayaan,” imbuhnya. (hm/man)



