Amsakar juga menyoroti pentingnya keandalan listrik dan pelayanan air bersih sebagai fondasi utama dalam menopang pertumbuhan kota.
“Lonjakannya sangat drastis. Infrastruktur fundamental seperti listrik dan air bersih harus benar-benar kita pastikan mampu mengimbangi pertumbuhan ini,” kata Amsakar.
Untuk merespons situasi tersebut, Pemerintah Kota Batam kini tengah memperkuat validasi data kependudukan. “Saya sudah minta Wakil Wali Kota ditugaskan melakukan penajaman data melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan melibatkan lintas OPD hingga tingkat kecamatan,” kata Amsakar.
Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil ke depan lebih tepat sasaran. Di sisi lain, Amsakar juga menyinggung perubahan kebijakan nasional terkait data penerima bantuan sosial.
Pemerintah kini beralih dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui DTSEN, masyarakat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok desil mulai dari desil 1 hingga desil 5 yang menentukan tingkat kesejahteraan dan kelayakan menerima bantuan.
“Dengan data yang lebih terstruktur, kita bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan kebijakan yang diambil lebih akurat. Kita ingin lewat DTSEN ini tahu memberikan bantuan tepat sasaran,” kata Amsakar. (*/man)



