Sekretaris Umum IKSB Kota Batam Indra Sudirman mengatakan, bantuan perantau ada berupa uang tunai sekitar Rp 300 jutaan dan ada dalam bentuk sembako. “Selain tujuh truk yang kita lepas saat ini, masih ada tiga truk lagi. Besok, truk ini menyeberang ke Riau menggunakan kapal RoRo, kemudian langsung ke Sumbar melalui jalan darat,” kata Indra.
Wali Kota Amsakar dalam sambutannya mengatakan, bantuan warga Batam untuk bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia selama ini adalah sesuatu yang perlu dibanggakan. Hal ini merupakan wujud semangat berkita atau semangat kebangsaan.
Pemko Batam sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar untuk tiga provinsi di Sumatera yang terkena bencana, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh Darussalam. Hal itu belum termasuk bantuan yang dihimpun Dinas Sosial yang angkanya saat ini mecapai Rp 1,1 miliar.
Badan Zakat Nasional Kota Batam, kata Amsakar, sebelumnya juga sudah mengirimkan bantuan untuk provinsi yang terkena bencana. Begitu juga sejumlah paguyuban, organisasi serta partai politik juga sudah ada yang mengirimkan bantuan berupa relawan serta material untuk para korban bencana.
Amsakar sendiri berniat akan mengunjungi wilayah yang terkena bencana untuk mengantarkan bantuan. Namun, karena saat ini Batam juga sedang memperingati Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 yang jatuh pada 18 Desember, maka kunjungan kemanusiaan itu ditunda.
“Saya meminta kepada IKSB untuk melaporkan bantuan ini kepada Dinas Sosial agar kita bisa mendata jumlah bantuan yang kita kirimkan untuk saudara-saudara kita. Bagaimanapun, semuanya kan harus kita sampaikan ke seluruh masyarakat,” kata Amsakar.(*/man)



