Pada bidang pendidikan, Pemko Batam telah menyalurkan seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, serta mulai menguji coba bantuan sosial bagi lanjut usia di enam kecamatan. Pemerataan akses pendidikan juga diperkuat melalui pembangunan sekolah dan ruang kelas baru, khususnya di wilayah hinterland.
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci utama daya saing Batam ke depan.
“Kami mendorong pelatihan tenaga kerja, penguatan industri kreatif, serta perluasan beasiswa bagi mahasiswa hinterland dan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Tidak boleh ada warga Batam yang tertinggal,” ujar Li Claudia.
Di sektor ekonomi, Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota investasi dan destinasi MICE. Sepanjang triwulan I hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi Batam menunjukkan tren positif, dengan nilai mencapai Rp33,66 triliun atau 91 persen dari target tahunan Rp36,9 triliun.
Capaian tersebut meningkat 74,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan penanaman modal dalam negeri dan asing, masing-masing mencapai Rp15,03 triliun.
Lima sektor penyumbang investasi terbesar meliputi jasa lainnya, listrik, air dan gas, industri mesin dan elektronik, perumahan dan kawasan industri, serta perdagangan dan reparasi. Dampak positifnya, Batam mencatat penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 51.939 orang pada periode Juli–September 2025.
Amsakar menegaskan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari tata kelola pemerintahan kolaboratif antara Pemko Batam, BP Batam, dan dunia usaha.
“Batam dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan hasil nyata,” tegasnya.
Hingga akhir Oktober 2025, sejumlah program sosial dan pendidikan telah terealisasi. Sementara itu, proyek strategis seperti transportasi publik terintegrasi BRT–LRT, penyediaan air bersih, serta pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy akan menjadi fokus utama pada tahun 2026.
Menutup rangkaian peringatan HJB ke-196, Amsakar menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga konsistensi pelayanan publik dan kepastian berusaha.
“Setiap kebijakan kami arahkan agar memberi dampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan sinergi seluruh elemen, Batam akan terus tumbuh sebagai kota industri kelas dunia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (*/man)



