BACA JUGA: Amsakar Dorong Santri Masa Kini Menjadi Pelaku Sejarah Baru Bukan Jadi Penonton Perubahan Zaman
Selain itu, Yusfa juga menjelaskan berbagai program inovatif lainnya seperti Perakit (Perekaman Orang Sakit), Jeramba (Jemput Rekaman Anak Muda Batam), serta Lade Katam (Pelayanan Barcode Dukcapil Batam) yang memanfaatkan QR Code dalam pendaftaran layanan.
Ia menambahkan, program Pelanduk (Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan) juga terus dikembangkan agar masyarakat di wilayah kecamatan bisa mendapatkan delapan jenis layanan kependudukan secara langsung.
“Seluruh inovasi ini kami rancang untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Prinsipnya, masyarakat tidak perlu repot datang jauh-jauh, cukup manfaatkan teknologi yang sudah kami siapkan,” kata Yusfa.
BACA JUGA: Lewat Dimensi Iman, Kita Percaya Dalam Hati dan Pikiran Maka Itu Akan Terjadi Walau Belum Kita Lihat
Dalam suasana santai namun penuh makna itu, Nuh memberikan apresiasi langsung kepada Yusfa. “Saya melihat langsung bagaimana inovasi dan semangat pelayanan di sini. Pak Yusfa luar biasa, mampu membawa Disdukcapil Batam menjadi contoh pelayanan publik yang modern,” ujarnya.
Usai peninjauan, Muhammad Nuh menyerahkan bantuan berupa blanko KTP-el kepada Yusfa Hendri sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan administrasi kependudukan di Kota Batam. (*/man)



