Samson, kepala bidang Kebudayaan Disbudpar sekaligus penanggung jawab acara menjelaskan bahwa penampilan busker ini bertujuan untuk membangkitkan pengenalan budaya Melayu kepada pengunjung terutama bagi wisatawan.
“Dendang Melayu ini kan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, khususnya dari Malaysia dan Singapore sering kesini,” ujarnya.
”Mumpung libur Sabtu Minggu, nah kapan lagi, biar turis tak hanya berfoto di jembatan Barelang, tapi juga penasaran sama budaya Melayu seperti apa,” lanjutnya.
Disbudpar. akan merencanakan 6 program dalam mengenalkan budaya Melayu kepada masyarakat serta turis asing.
”Kami rencanakan ada 6 program lagi, untuk performa ini kalau bisa setiap dua minggu sekali, setiap hari Sabtu dan Minggu. Sasaran lokasi berikutnya akan digelar ditempat orang lagi makan dan jajan, di NagoyaThamrin City,” tambahnya.
Kepala Disbudpar. Batam, Ardiwinata menyampaikan penampilan Busker tersebut adalah salah satu upaya Disbudpar Batam untuk mempromosikan budaya Melayu secara langsung kepada pengunjung, dengan harapan bisa membangkitkan rasa penasaran dan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Ini merupakan peluang yang sangat baik untuk mengenalkan lebih jauh nilai-nilai budaya yang terkandung dalam musik dan tarian Melayu, khususnya kepada wisatawan Malaysia dan Singapura yang datang ke Dendang Melayu,” tuturnya.
Budayawan Melayu, Abdullah Basri Bintang turut senang atas kegiatan yang dilaksakana oleh Disbudpar Batam dalam menampilkan performa musik Melayu.
”Saya puas sekali, buat senang hati orang ramai. Lewat kegiatan ini kita juga pertahankan harkat dan martabat budaya Melayu,” sebutnya.
Kurangnya minat anak muda terhadap pelestarian budaya membuatnya turut kecewa.
Ia berpesan agar anak muda lebih peduli terhadap budaya Melayu serta kepedulian pemerintah terhadap Cagar budaya Melayu di Batam maupun Kepulauan Riau. (*)



