Mike mengatakan dengan mengurangi gaya hidup, pekerja tetap bisa menikmati hidup. Misalnya dengan listrik dan internet yang tetap menyala serta makan makanan bergizi. Namun, memang gaya hidup seperti belanja konsumtif dan jalan-jalan harus dikurangi.
“Kalau Anda merasa bahwa income terancam. Maka mulai mengurangi atau menghentikan pengeluaran biaya hidup yang tidak prioritas,” katanya.
Senada, Perencana Keuangan dan Founder Rekadana Rina Dewi Lina mengatakan pengeluaran gaya hidup perlu dikurangi. Misalnya untuk langganan hiburan, upgrade gadget, atau berlibur dengan alasan healing atau self reward.
Namun, Anda perlu menyiapkan dana untuk nongkrong alias bertemu dengan teman karena bisa jadi pintu kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.
“Wajib menyiapkan dana untuk (hangout) khusus untuk menjalin networking, karena pekerjaan bisa didapat dari sini,” katanya. (*)



