“Pertama kami akan lakukan pembenahan dulu terhadap bagaimana pengalokasian lahan ke depan. Kedua kami akan perkuat Online Single Submission (OSS) dan pelayanan kepada investor. Karena kata kuncinya dalam dunia investasi adalah Service bagi pelayanan investasi.” Terang Amsakar.
Ia juga menyoroti bahwa pada tiga tahun terakhir investasi PMDN dan PMA berada pada nilai yang relatif seimbang. Menurutnya, investasi di wilayah KPBPB memiliki banyak insentif, sehingga idealnya Batam memiliki angka PMA yang lebih besar ke depan.
Menindaklanjuti hal tersebut, ia akan segera melakukan rapat koordinasi guna membahas blue print investasi Batam bersama jajaran BP Batam.
Meningkatkan laju investasi asing (PMA) akan menjadi prioritas Amsakar bersama Li Claudia Chandra dalam waktu tidak lama.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana dengan segala potensi yang ada ini menjadikan Batam semakin diminati. Kami ingin mewujudkan Batam sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata Terdepan di Asia Tenggara.” Pungkas Amsakar Achmad.



