“Efisiensi sangat mempengaruhi. Karena selama ini yang banyak memesan kegiatan itu adalah pemerintah. Dengan adanya pengurangan, bersiap saja, beberapa hotel berpotensi melakukan pengurangan karyawan atau PHK,” ujar Rafki, Kamis (20/2/2025).
Meski dampaknya belum terlalu terasa, namun sejumlah hotel sudah mengalami penurunan pesanan hingga 30 persen untuk kegiatan pemerintah.
BACA JUGA:Â Usai Dilantik Presiden, Masyarakat Tunggu Gebrakan Kepala Daerah Kepri
“Penurunan 30 persen itu lumayan besar. Kalau terus berlanjut, mau tidak mau akan ada pengurangan karyawan. Daripada mati, tentu mereka berpikir mengurangi, seperti karyawan Event Organizer (EO) atau bagian lain yang bisa dikurangi,” katanya.
Ia juga menyoroti posisi Batam yang selama ini menjadi lokasi favorit bagi kementerian untuk menggelar acara, karena kedekatannya dengan Singapura.
Namun, dengan adanya pemotongan anggaran atau efisiensi ini dampaknya sangat besar dibandingkan daerah lain.
“Kementerian cukup banyak menggelar acara di Batam karena habis acara, mereka bisa langsung menyeberang ke Singapura. Kalau anggarannya dipotong, dampaknya cukup signifikan,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata mengatakan untuk Batam sampai saat ini belum ada report resmi terkait keluhan. Sebab Batam mengelola event MICE bukan hanya hanya dari pemerintah tapi juga dari swasta baik dalam mapun luar negeri.
Event-event dengan skala internasional terus diperbanyak. Sehingga bisa meningkatkan hunian hotel dan multi player effec. (*/man)



