Menurutnya, pelaku usaha tersebut sudah berpengalaman puluhan tahun dalam membangun dan mengembangkan objek wisata di Provinsi Jawa Barat. Sehingga kata Irfan, potensi pegembangan aset BP Batam kedepan dapat lebih optimal bila kerja sama terwujud.
“Tentu nantinya dengan kehadiran Sari Ater, Sindang Reret dan pelaku usaha lainnya ini akan memperkaya ekosistem wisata dan meningkatkan daya tarik Batam sebagai kawasan investasi dan destinasi wisata bertaraf internasional,” harap Irfan.
Setelah mendengar paparan dari BP Batam, para pelaku usaha tersebut site visit menuju KEK Nongsa setelah sehari sebelum (17/2) telah mengunjungi Taman Kolam dan Taman Rusa Sekupang.



