Ia menyebut dalam penanaman mangrove itu ada tujuh spesies mangrove yang dipilih untuk upaya penanaman itu. Ketujuh spesies itu dipilih karena signifikansi ekologis dan kemampuan beradaptasinya terhadap berbagai zona dalam ekosistem mangrove.
Spesies tersebut adalah Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizophora apiculata, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, Xylocarpus granatum dan Nypa fruticans.
Acara ini menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam pelestarian lingkungan dan restorasi.
BACA JUGA: Tak Diindahkan Pengendara, BP Batam Kembali Imbau Larangan Parkir di Jembatan Barelang
Relawan dari Korea, di bawah bimbingan pakar lingkungan setempat, bekerja bersama masyarakat Batam untuk berkontribusi terhadap kelestarian hutan mangrove dalam jangka panjang.
Upaya restorasi juga bermanfaat sebagai langkah penting menuju mitigasi perubahan iklim dengan meningkatkan ketahanan pesisir dan mendukung kelautan keanekaragaman hayati.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam konservasi dan pemulihan lingkungan.
Upaya pemulihan juga berfungsi sebagai langkah penting untuk memitigasi perubahan iklim dengan meningkatkan ketahanan pesisir dan mendukung keanekaragaman hayati laut.
Alawy menyebut keberhasilan kegiatan ini merupakan bukti kekuatan aksi kolektif dalam mengatasi tantangan lingkungan.
Dengan dukungan berkelanjutan dari masyarakat lokal dan mitra internasional, ekosistem mangrove Setokok dapat berkembang dalam perjalanan menuju pemulihan, memastikan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.
Keberhasilan kegiatan ini merupakan bukti kekuatan aksi kolektif dalam mengatasi tantangan lingkungan. Dengan dukungan berkelanjutan dari masyarakat lokal dan mitra internasional, ekosistem mangrove Setokok berada di jalur membaik, memastikan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.
Ia menyebut Serindit Philosophy Centre merupakan Organisasi Penelitian dan Pendidikan Nirlaba (NPO) untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati dengan misi untuk menjaga Spesies Endemik, Terancam, dan Hilang (EETLS) di Pulau Kecil Hotspot Keanekaragaman Hayati Sundaland.
Pembina Yayasan Serindit Philosophy Centre, Rahman Usman mengatakan dengan adanya penanaman pohon ini untuk bisa mencegah abrasi. Selain itu mangrove itu bisa menjadi tempat ikan. “Kita ingin lingkungan semakin baik dengan adanya penanaman pohon ini. Sebanyak 82 orang relawan dari Korea datang ke Setokok Batam untuk menanam pohon. Kita berharap lingkungan makin terjaga dengan baik,” katanya. (*/man)



