Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Batam telah menyiagakan alat berat untuk menormalisasi wilayah jika terjadi genangan. “Beberapa alat yang akan bergerak untuk mengurai dampak dari genangan itu. Karena hujan mungkin beberapa waktu saja, dan setelah itu akan reda, potensinya (banjir) juga bisa dikurang,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat pesisir diimbau waspada terhadap fenomena banjir rob yang diprediksi terjadi di beberapa wilayah seperti Batuaji, Batuampar, Sekupang, dan Nongsa.
Kini sejumlah alat berat, seperti amphibi, backhoe long arm, backhoe medium, backhoe mini, backhoe loader, dan dump truck, telah disiapkan untuk mendukung penanganan jika terjadi dampak lebih luas.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam juga menyiagakan personel di kawasan rawan banjir rob. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DBMSDA Batam, Wan Taufik, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, badan penanggulangan bencana, serta kecamatan dan kelurahan untuk menyebarkan peringatan dini dari BMKG kepada masyarakat.
“Kalau untuk antisipasi banjir rob di wilayah pesisir, kami berkoordinasi dengan instansi terkait, begitu juga dengan pihak kecamatan dan kelurahan agar menginformasikan peringatan dini BMKG kepada masyarakat untuk waspada,” katanya.
“Sedangkan dinas teknis terkait seperti badan penanggulangan bencana dan BMSDA dalam posisi siaga jika terjadi dampak yang tidak diharapkan,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, berdasarkan peringatan dini dari BMKG, banjir rob tidak hanya berpotensi terjadi di Batam, tetapi juga di Kabupaten Lingga, Karimun, Bintan, dan Tanjungpinang.
“Wilayah Kota Batam meliputi pesisir Batuaji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya, daerah Batu Besar, Nongsa. Karena itu kami imbau kepada warga untuk waspada,” katanya.
Hingga kini sudah memasuki hari keempat Batam dan sekitarnya masih terjadi hujan dan tidak tertutup kemungkinan masih terjadi banjir. (*/man)


