HomeLIFESTYLEHealthSebaiknya Dihindari, 6 Makanan Berikut Dapat Memicu Penyakit Kanker

Sebaiknya Dihindari, 6 Makanan Berikut Dapat Memicu Penyakit Kanker

spot_img

4. Produk susu
Meskipun kalsium sangat bagus untuk kekuatan tulang, para ahli menemukan kaitan antara asupan kalsium tinggi dengan perkembangan kanker prostat. Ini karena produk susu kaya kalsium bisa menurunkan beberapa hormon penting yang berfungsi melindungi pria dari sel kanker prostat.

Makanan olahan susu meliputi produk-produk seperti susu, keju dan yogurt. Menurut ulasan tahun 2020, mengonsumsi produk olahan susu meningkatkan kadar faktor pertumbuhan mirip insulin 1 (IGF-1).

Hal ini dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih tinggi. IGF-1 dapat meningkatkan proliferasi, atau produksi, sel kanker prostat.

5. Makanan manis dan karbohidrat olahan
Makanan manis dan karbohidrat olahan secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko kanker. Beberapa contoh makanan ini meliputi, minuman manis bergula, makanan panggang, roti putih, nasi putih dan sereal manis.

Mengonsumsi makanan manis dan bertepung dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2020, kedua kondisi tersebut memicu peradangan dan stres oksidatif. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena jenis kanker tertentu.

Menurut sebuah tinjauan tahun 2019, diabetes tipe 2 meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium (rahim).

Konsumsi gula dan karbohidrat olahan yang tinggi juga dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang menurut sebuah studi tahun 2017, dapat menjadi faktor risiko kanker kolorektal.

Untuk membatasi dampak kesehatan dari karbohidrat olahan, cobalah mengganti makanan ini dengan alternatif yang lebih sehat seperti,roti gandum utuh,pasta gandum utuh, nasi merah dan gandum.

6. Alkohol
Terlalu banyak minum alkohol telah terbukti meningkatkan risiko kanker mulut, kerongkongan, hati, usus besar, dubur, dan payudara. Faktanya, konsumsi alkohol dianggap sebagai penyebab utama kanker kedua di dunia, setelah merokok.

BACA JUGA  Pimpinan BP Batam Berikan Semangat dan Motivasi ke Pegawai RSBP Batam, Setelah Direktur dan Wakil Direktur Baru Dilantik

Menurut tinjauan tahun 2017, asetaldehida meningkatkan kerusakan DNA dan stres oksidatif. Asetaldehida juga mengganggu fungsi kekebalan tubuh Anda, sehingga menyulitkan tubuh Anda untuk menargetkan sel prakanker dan kanker.(*)

 

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI