Pompa air ini diharapkan dapat mempercepat pengaliran air di area rawan banjir seperti Jodoh, Nagoya, Baloi, Batam City Square (BTC), dan Bengkong.
Pengadaan stasiun pompa tersebut tentu tak telepas dari anggaran.
Estimasi biaya pembangunan satu stasiun pompa banjir adalah sekitar Rp 20 miliar. “Kita berharap pengadaan lewat APBD tahun 2025 untuk wilayah Jodoh-Nagoya. “Kita akan buat di Pasar Induk Jodoh yang langsung dekat ke laut. Pompa itu sekali menyedot air besar volumenya,” kata Suhar.
Ia menyebut wilayah Jodoh dan Nagoya dipilih mengingat wilayah tersebut rawan tergenang banjir. Setiap hujan deras selalu terjadi banjir. Setelah anggaran tersebut akan berlanjut ke titik rawan banjir lainnya.
Sementara itu Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Djoko Mulyono mengatakan terkait dengan banjir perlu ada solusi.
“Kita mendukung penyediaan pompa untuk mengatasi banjir? karena itu tahun 2025 kita telah anggarkan untuk pembelian pompo dan ini menjadi solusi mendukung agar tidak terjadi banjir,” kata Djoko Mulyono, Kamis (5/12/2024).
“Rencana ini sudah diajukan pemko dan kita sudah menganggarkan tahun depan, dan tinggal menunggu,” katanya.
“Kita berharap dengan adanya pompa ini sejumlah titik terbebas dari banjir, saat ini setiap hujan masih terjadi banjir dan kita berharap tahun depan bisa berkurang,” katanya. (*/man)



