Dadan mengungkapkan, central kitchen itu pertama akan difokuskan di wilayah yang tercatat banyak dihuni oleh anak-anak alias target penerima program MBG. Adapun, BGN akan menggunakan artificial intelligence (AI) untuk mengetahui jumlah anak di suatu wilayah.
Secara rinci, Dadan menjelaskan bahwa central kitchen akan didirikan di wilayah yang memiliki minimal total 3.000 anak per lokasi berdasarkan data AI. Saat ini, Dadan mengklaim bahwa BGN telah mengetahui wilayah-wilayah yang dimaksud.
Selain memanfaatkan AI, Dadan menyebut bahwa BGN akan mengunjungi setiap rumah untuk mendata jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bayi lima tahun (balita). Sebab, ketiga kelompok tersebut tak dapat didata oleh AI.
“Kemudian nanti kami akan tambahkan dengan berapa ibu hamil, berapa ibu menyusui, dan anak balita karena data itu tidak bisa diperoleh dari AI. Makanya harus kami data di lokasi,” jelas Dadan.
“Jadi begitu satuan pelayanan (central kitchen) berdiri di satu lokasi maka kami akan datangi rumah per rumah untuk mengetahui apakah ada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Jadi kami tidak membuka pendaftaran, tapi mendatangi langsung masyarakat,” (*)



