BACA JUGA:Tambah Memanas, Korea Utara Kirim 3.000 Personel Militer Ke Rusia
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi menyebutkan bahwa bergabungnya Indonesia ke BRICS bukanlah sebagai bentuk anti terhadap dolar AS dan dominasinya. Namun untuk kepentingan ekonomi yang efisien.
“Kita sebenarnya melihatnya adalah efficiency economy,” tegasnya.
“Tidak kemudian hanya spesifik kita bicara politik untuk memihak ini, memihak itu, tidak. Selama digitalisasi itu membuat proses transaksi di dunia itu menjadi efisien, ya kita pasti memanfaatkan itu. Makanya kita juga punya local currency transaction kan, LCT,” tambahnya. (*)



