Ia menyebutkan ekspor non migas terbesar pada Juli 2024 didominasi oleh produk manufaktur berupa mesin dan peralatan listrik sebesar 571,72 juta dolar AS.
Kemudian diikuti oleh produk baja sebesar 242,50 juta dolar AS dan produk mesin dan pesawat mekanik sebesar 117,88 juta dolar AS.
“Produk mesin dan peralatan listrik memberi andil ekspor non migas terbesar selama Januari hingga Juli 2024 yakni senilai 3.899,75 juta dolar AS,” kata Eko.
Sementara untuk nilai impor Kota Batam pada Juli 2024 mencapai 1.255,16 juta dolar AS atau naik 10,16 persen dibandingkan Juni 2024.
Peningkatan impor tersebut didorong oleh sektor migas yang tercatat mencapai 5,28 juta dolar AS, atau naik sebesar 171,47 persen.
“Impor non migas juga naik sebesar 110,51 juta dolar AS atau sebesar 9,73 persen. Golongan barang mesin dan peralatan listrik memberikan andil impor non migas terbesar, yakni mencapai 516,00 juta dolar AS atau sebesar 41,39 persen dari total impor non migas bulan Juli 2024,” kata Eko.
Eko menambahkan negara pemasok barang impor terbesar pada Juli 2024 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai impor 439,20 juta dolar AS, diikuti oleh Singapura 185,91 juta dolar AS, dan Malaysia 130,41 juta dolar AS. (*)



