“Lapangan pekerjaan yang tersedia untuk kelompok usia tersebut sangat terbatas, sehingga memperparah angka pengangguran,” tambah Rudi.
Selain itu, Gen Z yang berada pada rentang usia 23-24 tahun, yang umumnya merupakan lulusan perguruan tinggi, juga menghadapi tantangan dalam memasuki dunia kerja di Kota Batam.
Mereka seringkali memiliki kompetensi teoritis yang memadai, namun minim pengalaman praktis. Di sisi lain, perusahaan saat ini cenderung membutuhkan tenaga kerja yang siap berkontribusi dan memiliki keahlian yang matang.
“Kompetisi di kalangan fresh graduate juga sangat ketat. Perusahaan mencari keahlian spesifik yang belum tentu dimiliki oleh lulusan baru,” jelas Rudi.
Dalam rangka mengatasi permasalahan pengangguran paa Gen Z, pemerintah Kota Batam menginisiasi berbagai program, salah satunya adalah pelatihan kerja yang menyasar lulusan SMA sederajat berusia 18 tahun ke atas. Pelatihan berfokus pada peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja.
“Kita coba untuk meningkatkan kuota pelatihan setiap tahunnya. Upaya ini bertujuan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran,” katanya. (man)


