Lebih lanjut, BP Batam akan segera melakukan penambahan Ship to Shore (STS) crane sebanyak 4 unit dan Rubber Tyred Gantry (RTG) crane sebanyak 12 unit yang masuk dalam pengembangan Pelabuhan Batuampar tahap II dapat terealisasi pada 2025 mendatang.
Jika ini bisa diwujudkan, Marlin menilai, target realisasi arus peti kemas di pelabuhan Batam sebesar 1 juta TEUs dalam setahun bukal hal yang mustahil bisa diwujudkan.
“Ini adalah peluang dan kesempatan bagi WiLAT Kepri untuk mengambil peran. Ayo teruslah berkarya. Ciptakan SDM perempuan yang hebat untuk Kota Batam dan Kepri dalam bidang industri logistik dan transport,” katanya.
Untuk diketahui, Women in Logistics and Transport (WiLaT) adalah bagian dari keanggotaan CILT Internasional yang headquarternya ada di London UK yang berperan menjadi wadah untuk para perempuan yang berkarir di bidang rantai pasok (Supply Chain), logistik dan transportasi.
WiLAT mempromosikan status perempuan dalam bidang logistik dan transportasi, untuk menyatukan mereka yang memiliki bakat dan pengembangan karir perempuan dan untuk menyediakan jaringan dukungan dan peluang pendampingan bagi perempuan khususnya di sektor ini.
Acara juga dihadiri Ketua Wilat Indonesia Nurmaria Sarosa, Ketua Wilat Kepri Lisa Yulia, GVC Wilat South East of Asia Juliana Sofhia Damunitu, dan Pimpinan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau.
Selanjutnya, perwakilan KSOP Batam, Bea Cukai Batam, Imigrasi Batam, Karantina Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, pimpinan BUMN dan BUMD, sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam, Para Tokoh dan Asosiasi Pengusaha, dan Tokoh Pemuda Kota Batam. (*/man)



