“Kurikulum Merdeka sebenarnya sudah mengarah ke situ, tinggal bagaimana Pemerintah Daerah menyiapkan satuan pendidikan yang dapat menunjang program-programnya,” katanya.
BACA JUGA:Â Amsakar Buka Turnamen Domido di Kabil, Minta Warga Jaga Iklim Kondusif dan Sukseskan Pemilu
Ia mencontohkan, negara Singapura sudah memiliki data anak-anak yang akan melanjutkan kuliah dan anak yang hanya lulusan SMA. Dari data itu, mereka yang tidak kuliah akan diberikan pendidikan dan pelatihan tambahan agar siap menjalani dunia kerja.
Kepada para pencari kerja di Batam, ia mengimbau untuk mempersiapkan diri dengan mengasah keahlian yang dibutuhkan di sektor industri di Batam, sehingga ketika pencaker datang ke Batam tidak akan lama menganggur. Sedangkan kepada anak muda Gen Z, ia mengimbau untuk memikirkan secara matang dalam memilih jurusan sekolah dan kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kondisi saat ini para pencaker itu datang dulu baru dapat kerja atau tidak soal belakangan. Sehingga itulah mereka masuk dalam angka pengangguran terbuka, sampai mereka bisa terserap sebagai tenaga kerja,” paparnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung mengatakan saat ini untuk pendidikan terus meningkatkan pembangunan sekolah kejuruan.
“Kita membuka sekolah kejuruan agar anak-anak yang tidak melanjut bisa diasah sesuai dengan jurusan yang diinginkan. Jadi dalam penerimaan peserta didik baru tentu kita menerima dengan jurusan siswa agar mereka ketika tamat nanti bisa langsung terserap bekerja,” katanya. (*/man)



