HomeBatamErikson Dorong Pengawasan Orang Asing ke Batam Terus Ditingkatkan

Erikson Dorong Pengawasan Orang Asing ke Batam Terus Ditingkatkan

spot_img

BACA JUGA: Erupsi Gunung Ruang Berpotensi Tsunami di Ketinggian 25 Meter

Untuk tahun ini Dinas Tenaga Kerja Kota Batam menargetkan penarikan Retribusi Perpanjangan Izin Tenaga Asing (RPTKA) yang bekerja di Kota Batam sebesar Rp 41,72 miliar meningkat dari tahun lalu yang ditargetkan sebesar Rp 40 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker Kota Batam Isra Wira Sanjaya, mengatakan Pemko Batam telah menargetkan Retribusi Perpanjangan Izin Tenaga Asing (RPTKA) tahun 2024 sebesar Rp 41,72 miliar.

Isra Wira menyebut dana yang masuk dari Retribusi Perpanjangan Tenaga Kerja Asing bervariasi setiap bulannya. Ia optimistis target Retribusi Perpanjangan Tenaga Kerja Asing bisa tercapai tahun ini. “Kita berharap target itu bisa tercapai karena masih panjang waktunya,” katanya Senin lalu.

Sebagai gambaran tahun 2023 lalu Pemko Batam menargetkan Retribusi Perpanjangan Tenaga Kerja Asing sebesar Rp 40 miliar namun yang terealisasi sebesar Rp 35,47 miliar.
Kini jumlah TKA yang bekerja di Batam sebanyak 3.320 orang namun yang bisa ditarik retribusi perpanjangan oleh Disnaker Kota Batam hanya 1.504 orang saja.

Penarikan itu jika bekerja di Batam maka yang menarik retribusi perpanjangan tenaga kerja asing adalah Disnaker. Sedangkan yang bekerja di wilayah KEK yang menarik retribusinya dari pusat. Sedangkan yang bekerja singkat tiga bulan atau enam bulan tidak dipungut retribusinya. Selain itu tenaga pendidikan dan keagamaan tidak ditarik retribusinya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Erikson Pasaribu mengatakan untuk pengawasan orang asing ini melekat dari instansi terkait. “Pengawasan harus lebih ditingkatkan,” kata Erikson Pasaribu, Sabtu, 20 April 2024.

“Pengawasan wajib harus melekat dan kita sebagai wakil rakyat tentu akan meminta laporan pengawasan ke pihak Imigrasi dan berapa jumlah orang asing yang masuk ke Batam. Untuk jumlah orang asing yang ke luar dan masuk mereka yang tahu. Sedangkan jumlah pekerja di Batam tentu Disnaker yang lebih tahu. Kita ingin semua pengawasan yang dilakukan bisa berjalan dengan baik,” kata Erikson. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI