Utamanya adalah, pembangunan infrastruktur jalan yang akan dikembangkan menjadi lima lajur kiri dan kanan. Sehingga, dengan masifnya pembangunan infrastruktur jalan di Kota Batam ini, juga harus diimbangi dengan kecakapan digital masyarakat.
Muhammad Rudi mencontohkan konten-konten negatif yang marak muncul di ruang digital saat ini adalah seperti hoaks. Terutama saat memasuki tahun-tahun politik. Sehingga, hal demikian harus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan di Kota Batam yang sudah dibangun selama ini.
BACA JUGA: Beri Kemudahan Berinvestasi, Kota Batam Semakin Menarik bagi Investor Asing
“Dengan literasi digital kita minimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif,” ujarnya.
Literasi digital merupakan pekerjaan besar, sehingga pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah perlu mendapatkan dukungan seluruh masyarakat agar semakin banyak masyarakat melek digital.
Muhammad Rudi juga berharap, gerakan literasi digital akan terus membesar dan bisa mendorong berbagai inisiatif lain untuk melakukan kerja-kerja konkret. Masyarakat pun semakin cakap memanfaatkan internet untuk berbagai kegiatan edukatif dan produktif.
Muhammad Rudi juga berpesan, agar internet mampu meningkatkan produktifitas masyarakat, memperbanyak UMKM on boarding ke platform e-commerce, bahkan membuat UMKM naik kelas, sehingga internet bisa memberi nilai tambah pada seluruh lapisan masyarakat.
“Tahun 2029, kita jadikan Kota Batam sebagai kota modern yang jauh dari berita hoaks. Karena nanti Batam sudah menjadi kota modern, maka kita semua yang akan menikmatinya,” imbuhnya. (*/man)



